8/02/2003

Cinta - Perkahwinan ? Dalam-dalam

Suatu ketika plato terlibat pembicaraan dengan gurunya... Plato mempertanyakan makna cinta dan gurunya pun menjawab: "masuklah ke dalam hutan, pilih dan ambillah satu batang ranting yg menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan ke depan dan jangan kembali ke belakang. Pada saat kau sudah memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut". Maka masuklah Plato ke dalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang rantingpun. Gurunya bertanya, maka jawab Plato: "Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yg bagus, tetapi saya berpikir barangkali didepan saya ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan ke depan ternyata ranting yg sudah saya tinggalkan tadilah yg terbaik. Maka saya keluar hutan tanpa membawa apa-apa." Guru itupun berkata:"itulah cinta"

Lalu Plato pun bertanya apa makna perkawinan Gurupun menjawab:"Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau haruslah membawa satu pohon yang kau pikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan." Maka masuklah Plato ke dalam hutan & keluarlah Plato dengan membawa pohon yg tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu indah. Gurunya pun bertanya, maka
jawab Plato: "Saya dapati pohon yang indah daunnya, besar batangnya...tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan...akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya temukan pohon yang tidak
terlalu buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir mampu membawanya karena mungkin saya tidak akan menemukan pohon seperti ini didepan sana. Akhirnya saya pilih pohon ini karena saya yakin bisa merawatnya & menjadikannya indah."
Lalu sang guru berkata:"Itulah makna perkawinan." Begitu banyak pilihan di depan kita seperti pohon-pohon beserta rantingnya didalam hutan, tapi kita mesti menentukan satu pilihan dan bila terlalu memilih...tidak satupun akan kita dapati, ka! rena kesempatan itu hanya sekali & kita harus terus maju sperti waktu yg bergulir ke depan yg tidak pernah tersimpan pada hari kemaren & bersemayam pada masa lalu kita.

No comments: