12/19/2003

ambik dari tabligh

=Bismillaahir-rahmaanir-rahiim=

Sahabat,

Sesungguhnya manusia tidak akan dapat memandang, atau mengira, ataupun
membayangkan sesuatu kecuali hanya pada batas2 jasad (bentuk & rupa),
tempat atau waktu. Wujud apapun yang terlintas dalam khayalan manusia
adalah bentukan pikirannya, sementara kekuatan olahnya terbatas hanya pada
hal2 yang telah dilihat dan diamatinya. Maka mustahil 'wujud' Allah yang
maha besar tertampung oleh imajinasi manusia.

Keimanan akan keesaan Allah tidak akan sempurna hingga kita dapat
mendukungnya dengan keyakinan yang penuh atas kesucian-Nya dari segala
ketidak-sempurnaan. 'Keadaan'-Nya yang Dia sampaikan sendiri kepada
manusia
adalah agar kita memahami-Nya dengan baik. Dia berbeda dengan segala
makhluk-Nya (yang selalu memiliki kelemahan dan kekurangan).

Maka "Katakanlah, Dia-lah Allah, yang maha esa. Allah yang bergantung
kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan.
Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya." [1] Subhanallah.

Catatan kaki:
[1] QS 112:1-4

No comments: