4/01/2004

Ukhti..., renungkanlah!








Kategori
: Muslimah


Diakses
: 2464







Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah
mudah-mudahan engkau bisa mengambil faedah.

"Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu
berkembanglah pembicaraan sampai pada kisah cinta dan seluk-beluknya. Dia pun
kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta
agar bisa melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan
memutuskan hubungan. Akupun menyerah. Kukirimkan fotoku serta surat-surat yang
begitu manis penuh rayu. Surat menyurat pun berlangsung selalu. Sampai akhirnya
dia meminta untuk berjumpa dan jalan berdua dengannya. Aku menolak dengan
keras. Tapi dia mengancam akan menyebarluaskan foto-foto saya serta surat-surat
saya dan suara saya yang direkamnya ketika kami bercakap-cakap lewat telepon.
Akhirnya akupun keluar pergi bersamanya dengan tekad agar bisa pulang segera
secepatnya. Ya, akupun pulang akan tetapi dengan mambawa aib dan kehinaan. Ku
katakan padanya: Nikahilah aku! Sungguh ini adalah aib bagiku. Maka dia
menjawab dengan segenap penghinaan, ejekan dan mentertawakan: "Sesungguhnya aku
tidak akan menikahi wanita pezina.

Saudariku yang mulia, jika engkau memang memiliki akal untuk berfikir maka
dengarkanlah nasehat berikut ini:

Janganlah engkau percaya bahwa pernikahan akan mungkin terlaksana hanya karena
perkenalan dan percakapan iseng lewat telepon. Kalaupun memang ini terjadi maka
akan mengalami kegagalan, kegalauan dan penyesalan.

Janganlah engkau percayai seorang pemuda ketika dia mulai menampakkan kejujuran
dan keikhlasannya dan menyatakan sangat menghargai dan menjunjung tinggi
kehormatanmu tapi dia mengkhianati keluargamu dengan meneleponmu dan mengajakmu
jalan bersama. Jangan kamu percayai dia ketika dia mulai menyatakan cinta dan
berlemah lembut dalam pembicaraannya. Sungguh dia melakukan semua itu dengan
tujuan-tujuan busuknya yang tampak jelas bagi orang yang berakal. Akankah dia
benar-benar menjunjung tinggi kehormatanmu sementara dia mengajakmu berjumpa
dan jalan bersama padahal engkau belum halal baginya?

Janganlah engkau percayai para penyeru emansipasi yang mengharuskan adanya
cinta (pacaran) sebelum pernikahan.

Ketahuilah bahwa cinta yang hakiki adalah setelah menikah. Adapun selain itu,
umumnya adalah cinta yang penuh kepalsuan. Cinta yang dibangun di atas dusta
dan kebohongan, semata-mata untuk bersenang-senang memuaskan hawa nafsu yang
tak lama kemudian akan tampaklah kenyataan yang sesungguhnya. Berapa banyak
keluarga yang hancur berantakan padahal mereka telah berpacaran sebelum akad
pernikahan dan berjanji akan setia berkasih sayang sepanjang jaman? Bahkan
berapa banyak pula pasangan yang berantakan sebelum sampai pada pelaminan
dibarengi hilangnya kehormatan yang dibanggakan?

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Nabi SAW bersabda: "Pada
suatu malam aku bermimpi didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku,
Pergilah! -kemudian beliau menyebutkan haditsnya sampai pada sabdanya SAW -:
"Kemudian kami mendatangi bangunan seperti tanur yang di dalamnya terdengar
suara gaduh memekik. Kamipun melongoknya. Ternyata di dalamnya terdapat pria
dan wanita telanjang yang disambar oleh lidah api dari bawah mereka. Ketika
lidah api itu mengenai mereka, merekapun memekik kepanasan dan kesakitan.
Ketika Nabi SAW menanyakan hal tersebut kepada malaikat, mereka menjawab:
"Adapun pria dan wanita yang ada di tanur tersebut mereka adalah laki-laki dan
wanita pezina.
Maka apakah engkau ingin menjadi bagian dari mereka wahai saudariku muslimah?

Jauhilah bercakap-cakap tanpa keperluan di telepon karena sesungguhnya Allah
merekamnya demikian juga syaithan dari jenis manusia pun merekamnya. Mereka
para petualang cinta akan menggunakannya sebagai alat untuk mengintimidasi
kalian agar kalian mau mendengar mereka dan mentaati mereka. Qiyaskan juga ke
dalamnya chating yang tiada guna dan hanya membuang waktu semata.

Hati-hatilah, janganlah engkau foto dirimu kecuali karena suatu hajat dan
janganlah terlalu mudah engkau sebarluaskan fotomu dengan segala bentuknya
karena hal tersebut merupakan senjata yang paling berbahaya yang digunakan oleh
serigala manusia sebagai alat untuk mengancam dan mengintimidasi kalian.

Jauhilah olehmu untuk menulis surat-surat cinta karena hal itu juga merupakan
sarana yang digunakan oleh mereka.

Hindarilah majalah-majalah dan kisah-kisah cinta yang rendah, hina penuh aib
dan cela. Sungguh di dalamnya terdapat racun yang membinasakan yang tersembunyi
di balik indahnya halaman yang warna-warni serta kertas yang halus mengkilap
dan wangi.

Jauhilah menonton sinetron-sinetron dan film-film yang hina, yang hanya
menonjolkan kemewahan serta gemerlapnya dunia, menyajikan kisah cinta dengan
akting yang justru merendahkan martabat wanita. Jauhilah semua itu karena hanya
akan merusak akhlak, kehormatan, serta rasa malumu.

Hati-hatilah, janganlah engkau pamerkan auratmu dan janganlah engkau terlalu
sering ke luar rumah dan ke pasar-pasar tanpa ada keperluan mendesak yang
menuntut untuk itu. Sungguh hal itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam murka
Rabbmu.

Janganlah engkau pergi berduaan dengan sopir pribadimu, sungguh ini merupakan
khalwat yang terlarang. Janganlah sekali-kali engkau membela diri dengan
beralasan bahwa ini darurat. Bertakwalah, karena barang siapa yang bertakwa
kepada Allah, akan dijadikan baginya jalan keluar dari segala permasalahannya.

Hati-hatilah engkau wahai saudariku dari teman yang jelek. Cari dan bergaullah
dengan temanmu yang shalihah yang akan membimbingmu kepada keridlaan Rabbmu dan
senantiasa mengingatkamu agar tidak terjatuh pada perkara yang akan
mendatangkan murka Rabbmu.

Saudariku yang mulia,
Hati-hatilah dari segala kemaksiatan dan dosa karena hal tersebut merupakan
sebab hilangnya nikmat, mendatangkan musibah, dan merupakan sebab datangnya
kesengsaraan serta adzab yang membinasakan.

Persiapkanlah dirimu untuk menghadapi malaikat maut dengan banyak bertaubat dan
beramal shalih, sungguh engkau tidak tahu kapan giliranmu akan tiba.

Saudariku,
Setelah engkau baca nasihat di atas maka ketahuilah bahwa pintu taubat
senantiasa terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin bertaubat. Allah
berfirman: "Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas akan
dirinya (berbuat dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah,
sesunggunya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar : 53)

Maka apabila engkau wahai saudariku telah tenggelam dalam suatu kemaksiatan dan
dosa, segeralah bertaubat dengan taubatan nashuha sebelum pintu taubat tertutup
dan sebelum tubuhmu ditimbun di dalam tanah. Dan pada saat itu tidaklah lagi
berguna penyesalan.

Semoga Allah membangunkan kita dari kelalaian yang ada dan semoga Allah
mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melindungi kita dari adzab
qubur dan adzab neraka, serta memasukkan kita ke dalam surga Firdaus Al-A’la.

Shalawat serta salam senantisa tercurah kepada Nabi kita.

(Diterjemahkan dari www.alsalafiyat.com dengan perubahan dan tambahan)






[Kontributor
: Umar Munawwir, 02 Juni 2003 ]

No comments: