10/17/2004

Bismillahirahmanirrahim

Assalamualaikum..

Destinasi:

Pengajaran hari ini:

Marhaban Ya Ramadhan

---------------------------------------



Bismillahir rahmanir rahiem



Sungguh akan datang kepada kita (dalam bilangan hari) bulan Ramadhan yang penuh berkah, penuh rahmat dan penuh maghfirah dari Allah yang maha agung. Selamat datang wahai Ramadhan. Marhaban ya Ramadhan. Marhaban ya Ramadhan. Marhaban ya Ramadhan.



Inilah bulan saat Allah gembira, suka cita dan sangat bermurah hati kepada seluruh jin dan manusia. Inilah masa yang sangat baik di sisi Allah swt agar Dia menunjukkan kepada segenap jin dan manusia ketinggian sifat2-Nya, keluhuran budi-Nya dan kemuliaan akhlak-Nya.



Siapa saja yang datang dalam bulan ini dengan taubatnya, niscaya Allah swt akan mengampuninya meskipun dosanya sepenuh langit dan bumi. Dan siapa saja yang datang dengan penyesalan atas dosa2-nya, sesungguhnya Allah swt telah menawarkan ampunan-Nya justru sebelum dia menyadari tentang dosa2-nya.



Inilah bulan yang agung saat (seharusnya) kita menyadari kekeliruan kita, bulan yang suci saat (seharusnya) kita menyadari kesalahan kita dan bulan yang indah saat (seharusnya) kita menyadari kealpaan kita. Inilah bulan yang paling ringan bagi kita untuk menunaikan kewajiban2 kita atas hak2 orang lain yang belum dapat kita tunaikan pada bulan2 yang telah lalu.



Adalah hak para orangtua untuk ditaati oleh anak2 mereka, yakni selama hal itu tidak menyalahi perintah Allah dan sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat mentaati mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar mentaati keduanya demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak para suami untuk ditaati oleh istri2 mereka, yakni selama hal itu tidak menyalahi perintah Allah dan sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat mentaati mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar mentaatinya demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak para istri untuk dibimbing oleh suami2 mereka kepada hal2 yang disukai oleh Allah dan nabi-Nya agar hal itu ada pada mereka. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat membimbing mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar membimbing mereka demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak kaum kerabat untuk dikunjungi oleh saudara2 mereka, sebagaimana Allah telah mengikat mereka dari rahim yang sama dan sebagaimana sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat mengunjungi mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar mengunjungi mereka demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak para tetangga untuk dijenguk oleh tetangga2 mereka, sebagaimana Allah telah mengukuhkan kedudukan mereka dalam bermasyarakat dan sebagaimana sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat menjenguk mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar menjenguk mereka demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak orang2 fakir dan miskin untuk diberi bagian atas harta (dan perolehan lainnya) yang dimiliki oleh orang2 kaya, karena Allah telah menitipkan sebagian rejeki mereka bersama apa saja yang dapat dikumpulkan oleh orang2 kaya dan agar itu sesuai dengan sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat memberi sesuatu kepada mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar memberi apa saja (yang bermanfaat) kepada mereka demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak anak2 yatim untuk diperhatikan oleh penduduk sekampung, yang demikian adalah karena Allah telah menetapkan bahwa ayah mereka adalah setiap lelaki di kampungnya, ibu mereka adalah setiap wanita di kampungnya dan saudara2 mereka adalah anak2 sekampung dan agar hal itu sesuai dengan sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat memperhatikan mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar memperhatikan mereka demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak para atheis dan musyrikin untuk mendapat penjelasan siapa Tuhan mereka sebagaimana Allah telah menerangkan diri-Nya sendiri kepada kita dan agar hal itu sesuai dengan sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat memberikan penjelasan2 kepada mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar menjelaskan kepada mereka siapa Tuhan mereka demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak para kafirin untuk mendapat bagian doa kita. Adapun apabila mereka ingkar kepada Allah dan nabi-Nya, hal itu lebih dikarenakan oleh kebodohan dan kedunguan mereka sendiri. Apabila Allah menyiksa mereka, mereka adalah hamba2-Nya juga, dan apabila Allah mengampuni mereka, kita semakin yakin betapa luasnya keampunan dan kasih sayang-Nya. Yang demikian adalah lebih dekat kepada sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat mendoakan (hidayah atas) mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar mendoakan mereka demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Adalah hak para munafikin untuk mendapatkan suasana agama atau kondisi keimanan dalam beribadah kepada Allah. Bila hari ini orang2 beriman terbawa suasana mungkar dan maksiat yang dahsyat sehingga mereka malu untuk datang ke rumah2 Allah, orang2 munafik pada masa hayat nabi Muhammad saw justru malu untuk absen di masjid pada saat setiap mata dapat memandang dengan jelas orang2 lain (yakni pada siang hari). Yang demikian adalah suatu tanda betapa jauhnya kita dari sunnah nabi-Nya. Apabila pada bulan2 yang lalu kita belum dapat membuat suasana keimanan untuk mereka, maka inilah masanya bagi kita untuk memohon kemaafan mereka sekaligus belajar menciptakan suasana2 dan keadaan2 iman-yakin yang baik demi keridhoan Allah swt, bahkan walaupun hal itu masih terasa berat oleh kita.



Sejujurnya kita memang belum tahu cara untuk melunasi hutang2 kita atas hak2 mereka yang belum dapat kita tunaikan, pada banyak bulan dan tahun yang telah lalu. Namun demikian, inilah bulan Allah. Dia berjanji untuk membantu siapa saja dari hamba2-Nya untuk berbuat baik. Tidak hanya itu, bahkan dia menjanjikan balasan2 berlipat ganda yang fantastis untuk setiap amal yang dilakukan pada bulan ini. Allah maha pemurah dan Dia lebih pemurah lagi pada bulan ini. Sungguh, Allah akan memberikan jalan2 hidayah kepada siapa saja yang berupaya untuk mendapatkan perolehan yang terbesar, terbanyak dan terbaik pada bulan ini. Marhaban ya Ramadhan. Subhanallah.



Subhan ibn Abdullah

Pattaya, 22/10/2003

*

http://www.imanyakin.modblog.com/

No comments: